20111010

Temu Kelompok Tani IGL Pabuaran- Bogor

Belasan Petani Binaan Indonesia Green Loka (IGL), kembali memantabkan langkah dalam temu kelompok di Pabuaran –Bogor, Senin 10 Oktober 2011 yang lalu.

Dalam pertemuan kali ini, dibahas mengenai pembagian tugas tanam, dengan sejumlah item sayur yang menjadi kebutuhan pasar. Semua petani siap dengan keahlian masing masing, dan menyanggupi untuk mencoba mencukupi suplai pasar, dari bermacam sayur organik, mulai dari kangkung sampai kecipir, dari bayam sampi kacang merah. 

Puluhan item sayuran , yang dijadwalkan memenuhi kebutuhan puluhan supermarket di Jakarta, rata-rata sudah biasa ditanam para petani. Yang agak unik, ternyata sejumlah supermarket juga memesan suplai nangka muda, dan daun mlinjo, serta daun salam. Tiga item terakhir itu, tentu saja asli organik, kerena dari awal secara alamiah , para petani sudah menanam puluhan tahun lalu.

Dominick dan Ir.Putro, mencoba memberikan arahan kongkrit demi kemajuan para petani. Menabung demi membentuk embrio Koperasi, diharapkan bisa menjadi solusi penyediaan bibit serta pupuk berkwalitas,  yang sangat dibutuhkan para petani.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2jam itu, disepakati pula, bahwa setiap bulan, hari  Jum’at Miinggu kedua- mereka akan berusaha selalu hadir dalam Temu Kelompok Tani secara routin. (kk/dom/pt/101011)

20110930

Menyapa NURANI Menjemput Kesejahteraan

Jakarta, Indonesia Green Loka.
Sekumpulan Aktivis Muda berdialog di Auditorium Menpora Senayan  Jakarta,  Jumat 30 September 2011 yang lalu.  Ada Yeni dari Wahid Institut. Ada Ray Rangkuti, Yudi Crisnandi, Nova dari Gemura, Wawan dari Team Deradikalisasi, dan sejumlah Tokoh Muda yang mengusung Semangat KEMANDIRIAN Bangsa Menuju Kesejahteraan.



Karena acara itu digagas oleh Gerakan Muda Nurani Rakyat (GEMURA), tentu saja  Jendral Purnawirawan  Wiranto- Ketua Umum HANURA, yang membawahi GEMURA, juga hadir- didampingi Mantan Kapolri -Jend Pol. Purn. Chairudin Ismail.

Team PETANI Indonesia Green Loka - yang juga diundang dalam perhelatan Kaum Muda- yang rindu Kemandirian dan Kesejahteraan itu , hadir paling awal, untuk menghormati  Semangat para Aktivis. Bahkan di buku Tamu, Nama Dominick dan Kukuh dari Indonesia Green Loka , tercatat di Nomor satu dan nomor dua.
Acara yang diawali pemunculan para seniman  dengan membawakan tarian daerah Papua, dan diakhiri dengan Talk Show dari sekitar 7 Narasumber Lintas Partai dan Lintas Ilmu itu, berakhir sore menjelang senja. 

Namun sayang, tak ada sesi tanya jawab, sehingga banyak potensi yang hadir mengendap tak tersalurkan, dan gagal dimanfaatkan sebagai salah satu sumber Informasi Nurani Rakyat,  bagi penyelenggara,  yang  berencana  mengusung banyak bekal menuju Konggres-nya di Puncak  Bogor.


Ini memang bukan akhir Program para Aktivis Muda. Setidaknya, sejumlah Pengurus OKP berjanji untuk segera menjalin komunikasi dengan  berbagai fihak, setelah Konggres,  juga dengan para pelaku pemberdayaan masyarakat, untuk menghaasilkan karya yang  bisa  mempercepat terwujutnya Kesejahteraan Bersama.
(nks/dom3092011)